Tuesday, January 19, 2010

Entrecard Nyegik

PARAGI BEW-BEW


Click here for readmore.......




<
























Sunday, December 13, 2009

Tawuran Mahasiswa

Tawuran mahasiswaTawuran, perkelahian, pemukulan, antar mahasiswa atau pelajar serta kemudian aksi anarkis dalam demonstrasi hanyalah salah satu contoh jika disangkutkan dengan runtuh atau mengikisnya moralitas kampus. Lebih dari itu adanya ayam kampus, mami kampus ( pelacur dan germo ) menjadi hal lain yang menegaskan bahwa kampus memang bukan hanya tempat translitnya calon - calon sarjana, ahli madya, justice dll. Bukan hanya pendidikan formal, namun juga pendidikan non formal yang porsinya lebih besar.

Pendidikan non formal inilah yang seharusnya memang lebih dicermati, karena masalah moralitas tidak dibentuk dari ajaran teks semata, dari ruangan kuliah dan ocehan para dosen maupun kertas ujian. Namun, dari lingkungan didalam kampus diantaranya tongkrongan, organisasi, contoh yang diberikan dosen dan pejabat di kampus dll.

Di kisaran umur mahasiswa yang umumnya tengah mengalami proses kematangan secara fisik dan cracked, bisa dibilang sangat labil, lebih labil dibanding pelajar SMA maupun dibawahnya. Faktor penyebabnya adalah pelepasan emosi pasca lepasnya dari bangku sekolah yang cenderung tidak lebih bebas, kebebasan yang baru didapatkan dimasa kuliah itulah yang cenderung mengakibatkan sekelompok mahasiswa mengekspresikan dirinya kearah hal - hal negatif.

Main musik, demonstrasi, beroganisasi, menjadi ayam kampus, mami kampus, kutu buku dll adalah sebuah ekspresi. Sebuah jalan menyalurkan emosi ditengah kebebasan yang didapat.

Kesimpulannya, iklim transparasi, kebebasan berekpresi dll sudah seharusnya diberikan sejak dini. Ini kemudian menyakut sistem pendidikan kita.

Biarkan siswa dari mulai bangku SD melampiaskan berbagai hasratnya, jangan kekang apalagi terlalu mendesaknya untuk melakukan sesuatu hanya dengan alasan aturan bukan kemauan. Sebuah catatan, bahwa disiplin terbentuk ketika orang sudah tahu apa itu ketidak disiplinan. Biarkan proses membentuk dan mengalir dengan alami, dengan begitu ketika seseorang mencapai fase yang lebih tinggi misalnya dalam jenjang pendidikannya, maka Ia dengan sendirinya akan cenderung menyelamatkan dirinya dari hal - hal negatif yang sudah Ia rasakan sebelumya. Selebihnya, pengawasan orang tua pun menjadi faktor penunjang lainnya.

Monday, November 9, 2009

Puisi dari Sahabatku di Cilegon

.::CINTA SEMU::.

Lembaran Diary cintaku ...
Tlah kau bakar habis menjadi abu ...

CeriTa cinTa Yang ku rangkai ...
Kasih saYang Yang teLah terbingkai ...
Kini terpecah menjadi serpihan batu karang ...
Yang tLah menjadi segenggam kenangan usang ...

Kau tak kan pernah tahu ...
Dan tak kan ingin pernah tahu ...
Tentang perasaanku padamu ...

Click here for readmore.......

Kini ...
Tepat 468 hari aku terpaku menunggumu ...
Berharap Syair cintamu terdengar merdu dihatiku ...
Hari - hari yang ku LaLui ...
SeLaLu ku anggap hari terakhir tuk bisa menatap wajahmu ...
Menjaga cintaku untukmu ... Menjaga setiaku kepadamu ...

Malam ini ...
Aku pun terbangun dari mimpi buruk ku ...
Ku buka mata ini ...
Tak terasa air mata ini jatuh ..
Menitikkan setetes kesedihan dalam hati ...
Ternyata aku sadar ...
engkau kini bukan milikku lagi ...

Kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri ...
Dan aku hanya menanti cinta semu yang tak mungkin terbalas ...
Menanti cinta yang akan terbunuh mati perlahan ...

Mungkin kau tLah menemukan sesosok hati yang Lebih baik disana ...
Hati yang kini ada di setiap langkah dan nafasmu ...
PergiLah sayang ... Aku tak kan menghalangimu ...
Aku tak ingin jadi rintang di hidupmu ...

Tapi biLa dia meninggalkanmu ...
Lihatlah ke beLakang ...
KembaLiLah sayang ... Aku seLaLu disini untukmu ...
Yang seLaLu memberi cinta setuLus hati padamu ...

Thursday, December 18, 2008

PIN ti Mang Google

Saban aya tukang POS ngaliwat ka imahna, ku si Kiwong sok dipegat wae, maksudna arek nanyakeun sugan aya surat ti Mang Google.
Hiji poe aya tukang POS ngaliwat ka imahna:
Kiwong : Pa...pa...pa... eureun heula...
Tukang Pos : Aya naon kang?
Kiwong : Pa, aya serat jang abi teu?
Tukang POS : Teu aya kang,
Tukang POS : Upami aya mah pasti di anteurkeun ka bumi akang atuh
Kiwong : oooh, manawi teh aya!!!
bari eraeun si Kiwong ngaleos asup ka imahna "Mangga atuh Pa, hatur nuhun"
poe isukna teh saban aya tukan POS, si Kiwong kitu deui, jeung saterusna...

Hiji poe, tanggal 9 bulan ayeuna, Si Kiwong meunang surat ti tukang POS, ternyata pas di buka teh PIN ti Mang Google, saking ku atohna eta Si Kiwonk... ti imahna na Si Kiwong langsung lumpat nyampeurkeun posko tempat urang ngarumpul bari mani hah-heh-hoh, cape meureun lamun ceuk jelema mah... Can oge nepi ka tujuan, Si Kiwong ngagorowok:
"Wooooooooooooooy... Pa Aripin datang...." bari seuseurian, atoh meureun lamun ceuk jelema mah... "Kwakakakakakakakak"
ari sugan saha Pa Aripin teh!!!
naha ari pekteh PIN ti Mang Google
saking ku ngagalakgakna eta seuri... Si Kiwong kabesekan, da eta Si Kiwong mah seuri teh mani bebeakan.
SELAMAT KIWONG MEUNANG PIN TI MANG GOOGLE